Alur

Alur

  1. Petugas data hortikultura di lapangan melaporkan data ke dinas pertanian kabupaten / Kota dengan mengisi laporan SPH, berdasarkan formulir dan metodologi yang telah ditetapkan dalam Buku Pedoman Pengumpulan data Hortikultura.
  2. Petugas data hortikultura dinas pertanian kabupaten / Kota menerima laporan SPH dari kecamatan.
  3. Petugas data hortikultura dinas pertanian kabupaten / Kota mengirimkan formulir SPH ke BPS kabupaten.
  4. Petugas data hortikultura BPS kabupaten mengentri formulir SPH dalam aplikasi SIMSPH-Online. Data SPH online tesimpan di server BPS RI.
  5. BPS RI mengirimkan data SPH Online 4 kali dalam 1 bulan yaitu tanggal 10,15, 20, 25 setiap bulan ke Pusdatin Kementerian Pertanian.
  6. Direktorat Jenderal Hortikultura membuat cadangan data SPH pada server sipedas online.
  7. Sistem melakukan analisis kecerdasan buatan (Artificial Intelegent) untuk menampilkan kondisi error data.
  8. Petugas data hortikultura dinas pertanian provinsi dan petugas data kabupaten dapat memantu data hortikultura melalui aplikasi sipedas.
  9. Pemerintah daerah dapat mengusulkan komodtas yang akan didata kepada Direktorat Jenderal Hortikutlura.
  10. Direktorat Jenderal Hortikultura, Pusdatin dan BPS RI melakukan pembahasan metodologi pengumpulan dan pengolahan data agar dapat menjadi pedoman pengumpulan data hortikultura.